Jumat, 08 Februari 2013

contoh drama

assalamualaikum Wr Wb
haiii gue balik lagi nuih, gue masih single dan berkualitas pastinya
kali ini gue mau ngepost hasil drama buatan gue waktu kelas 8 cekidipoooot

KEBAIKAN BERBUAH KEBAHAGIAAAN 

1. Tema                                      : Sosial

2. Tokoh dan penokohan    :
       -Dwiana Yoga                 : yoga (suka menolong ,baik)
             -Rachmi Herdini              : Santi (pintar , baik , tidak mudah putus asa)                        
             -Vidha Kusuma               : ibu Santi (baik , penyayang , penyemangat)
             -Aditya Indra                  : pak adit (baik hati, pemerhati, penyayang)
       -Ilham Wahid                  : preman (nakal,galak)
       -Sofia Fida                     : teman yoga (baik, pintar, lucu)
       -Maulita Nur                   : teman yoga (baik dan pintar)

3. Alur / Plot                                             :
     
Tahap perkenalan :
     Alkisah , di suatu rumah ada seorang anak yang hanya tinggal bersama ibunya , yaitu santi . Santi adalah anak yatim yang sudah kehilangan ayahnya sejak ia masih bayi .ia bekerja sebagai pengamen jalanan . Ia berumur 12 tahun dan sudah seharusnya dia sudah duduk di bangku SMP , namun ia putus sekolah sejak kelas 6 SD karena ibunya tidak mampu membiayai . ibunyapun hanya seorang janda miskin yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Santipun terpaksa mengamen untuk menambah penghasilan keluarganya.

Tahap penampilan masalah :
      Saat mengamen ia dimintai uang oleh penguasa jalanan di daerah sana, namun ada seorang yang berbaik hati menolong dan membelanya, dia bernama yoga. Yoga adalah anak laki-laki yang juga berprofesi sebagai pengamen yang tidak pernah mengenyam pendidikan.

tahap klimaks :

Disitu santi mencoba menolong yoga untuk belajar membaca, sehingga banyak teman-teman yoga yang antusias dan ingin ikut belajar. Namun ilham yang dulu pernah memalak santi melihat dan tidak menyetujui mereka belajar di tempat itu. Dan ilhampun berbuat ulah, yaitu dia mencopet seorang kepala sekolah yang sering disapa pak adit.

Tahap antiklimaks :
      namun yoga berhasil menggagalkan rencananya dan mendapatkan kembali dompet pak adit. Dan akhirnya ilham sadar dan tidak akan berbuat hal seperti itu lagi.

Tahap penyelesaian :
      Karena pak adit merasa iba dan dia merasa harus membantu permasalahan mereka, yaitu membantu membiayai sekolah. Dan karena kebetulan beliau seorang kepala sekolah maka niatnya itu dapat berjalan dengan mulus.
4. Latar / Setting     :
                                                      -Latar satu           : di rumah santi
                                                      -latar dua             : di jalanan
                                                      -latar tiga             : di bawah pohon
                                                      -latar empat       : di sekolah

5. Amanat / Nilai didik          :
      Janganlah engkau perhah berputus asa dengan apa yang kamu miliki saat ini, dan percayalah kesabaran dengan didampingi usaha akan mendapatkan suatu hasil.


6. Skenario                                :

Alkisah , di suatu rumah ada seorang anak yang hanya tinggal bersama ibunya , yaitu santi . Santi adalah anak yatim yang sudah kehilangan ayahnya sejak ia masih bayi .ia bekerja sebagai pengamen jalanan . Ia berumur 12 tahun dan sudah seharusnya dia sudah duduk di bangku SMP , namun ia putus sekolah sejak kelas 6 SD karena ibunya tidak mampu membiayai . ibunyapun hanya seorang janda miskin yang tidak mempunyai pekerjaan tetap  .
Latar satu : di kamar santi .
Santi : (sambil memandangi seragam sekolahnya)
Ibu : “ nak mau sampai kapan kamu melihatnya , walaupun dilihat sampai besok itu tidak ada gunanya .”
Santi :  “ kapan ya bu , santi bisa sekolah lagi ?”
Ibu : “ ibu yakin , suatu saat nanti jika kita rajin berusaha dan giat berdoa kita pasti dapat mewujudkan  apa yang kita inginkan .”
Santi : “ iya bu santi mengerti, santi mau pergi ngamen dulu . Assalamualaikum .”
Ibu : “ wa’alaikum salam .”

Latar tempat : dijalan raya
Saat di jalan raya .
Saat itu cuaca panas, santi sudah selesai ngamen . akhirnya dia istirahat sebentar di sebuah bangku. Tiba tiba ada anak yang bertubuh besar menghampirinya .
Ilham : “ hey, kamu serahkan uang mu!!!”
Santi: “ tidak mau !!!”
Ilham : “ oh sepertinya kamu anak baru ya ? pantesan belum tau siapa aku .”
Santi : “ memangnya kamu siapa ?”
Ilham : “ hallah banyak nanya , cepat serahkan uangmu , kalau tidakk  ….( sambil mengangkat tanganya yang ingin menampar santi)”
Yoga : “ stop !!! (sambil memegang tangan bang bro ) hentikan !!
Santi : (menutupi wajahnya dengan tanganya)
Ilham : “ yog , ternyata kamu membela dia ya ?”
Yoga : “ maaf bang, dia nak baru wajar kalau dia belum tau .”
Ilham: “ oke kali ini kamu aku bebaskan , lain kali tidak ada ampun !!” (sambil meninggalkan yoga dan santi )
Yoga : “kamu tidak apa-apa kan ?”
Santi : “tidak , oh iya terimakasih ya, karena telah menolongku, nama kamu siapa ?”
Yoga : “sama-sama, oh iya aku yoga , kamu?”
Santi : “aku santi , kamu sudah lama ngamen disini?”
Yoga : “ya lumayan, untuk menambah penghasilan orang tuaku.”
Santi : “oh begitu , aku juga , aku ingin kembali sekolah.”
Yoga : “hah ? sekolah ? memangnya kamu pernah sekolah?”
Santi : “pernah , sampai kelas 6 SD, kamu?”
Yoga : “ah aku sudah lupa, kapan terkahir aku sekolah, eh bagaimana kalau kita ngamen disana?”
Santi : “ayo , “ (sambil berjalan bersama yoga untuk mengamen)
Tiba-tiba santi melihat tuisan yang berbunyi “DILARANG NGAMEN DISINI”.
Santi : “yahh , pantesan disini gak aman buat ngamen.”
Yoga : “kenapa ?”
Santi : “itu ada tulisan , itu .” (sambil menunjuk tulisan itu)
Yoga : “mana dimana ? aku tidak melihat.”
Santi : “itu disanaa.”
Yoga : “oh iya aku kan tidak bisa membaca, hehehe”
Santi : “apa ? kamu tidak bisa membaca?”
Yoga : “tidak, kenapa?”
Santi : “yaudah deh , besok aja. Besok kita ketemu disini ya.”
Yoga : “ada apa sih ?”
Santi : “udah ya yog, daaaaaaaaaaaaaaa.”
Santipun pergi meninggalkan yoga yang masih bertanya Tanya, tentang apa yang ingin dilakukan santi besok.
Keesokan harinya. Saat santi ingin pergi mengamen ia sempat berbincang-bincang dengan ibunya.
Latar tempat : di rumah santi
Santi : (sibuk mencari gulungan kertas yang ia inginkan)
 Ibu santi : “sedang mencari apa nak ?”
Santi : “aku sedang mencari gulungan kertas yang isinya alphabet bu.”
Ibu santi :”untuk apa san ?”
Santi : “untuk mengajari temanku menbaca bu.”
Ibu santi :”baguslah nak , kamu bisa membantu sesama dengan cara yang kamu bisa.”
Santi : “iya bu, aku senang berbuat kebaikan. Oh iya, ini bu sudah ketemu (sambil mengacungkan gulungan itu)”
Ibu santi :”yasudah, cepat berangkat, nanti kesiangan.”
Santi :”iya bu.”
Ibu santi :”hati-hati ya.”
Santi : “terimakasih bu, santi pergi dulu. Wassalamualaikum.”
Ibu santi : “wa’alaikumsalam”

Latar tempat : di jalan raya
Santipun bergegas pergi untuk cepat menemui yoga.
Santi :”hai, yog ! sudah lama menunggu ?”
Yoga : “hai, belum kok.”
Santi :”oh iya, siap belajar?”
Yoga : “belajar membaca ya? Kalo itu mah siaapp !”
Santi :”oke, kita duduk di bawah pohon itu aja.”
Yoga : “oh iya, ada temantemanku yg ingin ikut juga.”
Santi :”wah bagus itu, semakin banyak yg ikut semakin baik.”
Yoga : “oke, (yogapun bertepuk tangan untuk memanggil sinta dan lita) perkenalkan ini sinta dan ini lita”
Sinta dan lita : “hai.”
Sinta : “hehehehehe ayo kita mulai belajar!”
Lita : “semangat sekali kmu sin.”
Sinta :”ya jelas, aku kan ingin cepat bisa membaca tulisan yang ada dibawah televisi itu.”
Lita: “memangnya kamu punya tivi?”
Sinta : “tidak.hehehehe”
Yoga : “ayo san, daripada kita mendengar obrolan sepasang orang gila,mending kita mulai saja.”
Santi : “okelah. Ayo duduk semua yaa.”
Mereka semuapun duduk dibawah pohon yang rindang, untuk memulai belajar membaca.
Mereka semua tampak antusias untuk memperhatikan, namun ternyata ada seseorang yang mengintai mereka, yaitu ilham.
Santi : “ilham, sedang apa kamu disitu ?”
Ilham : “hah ? gak sedang apaapa. Kalian lagi ngapain?”
Santi :”kami sedang belajar membaca.”
Sinta : “ooo kamu gak bisa liatt ya kita lagi ngapaiin? Udah jelas juga!”
Ilham : “kalian itu harusnya kerja, bukan belajar, kalo mau belajar sana di sekolahan !”
Santi :”maaf ya, kami gak ada urusan sama kamu, dan ini tempat umum kamu gak boleh larang kita seenaknya!”
Ilham :”oh gitu, oke! Silahkan!
Ilham dengan kesalnya pergi meninggalkan mereka.
Setelah selesai belajar merekapun kembali mengamen dan tiba-tiba yoga melihat ilham yg sedang mencoba merogoh saku seorang bapak-bapak. Yogapun menghampiri mereka.
Yoga : “selamat siang pak, bolehkah saya ngamen? Oh iya pak , hatihati di belakang bapak.”
Pak adit : (sambil menengok kebelakang yang ternyata ilham sedang mencoba mengambil dompetnya sambil nyengir) “nak, kamu sedang apa?”
Ilham : “tidak sedang apa-apa pak, “
pak adit : “sudahlah jujur saja. Saya tidak akan melaporkanmu kepada pihak keamanan.”
Ilham : (malah lari tanpa mengeluarkan sepatah katapun)
Pak adit : “terimakasih ya nak, ini untukmu (sambil menyerahkan uang kepada yoga)
Yoga : “maaf pak, saya ikhlas menolong,”
Pak adit : “nama kamu siapa ? jam segini kamu kok disini, kamu tidak sekolah?”
Yoga : “nama saya yoga pak, saya tidak sekolah karena kekurangan biaya.”
Pak adit : “sungguh malang nasibmu nak, kamu mau bersekolah lagi?oh iya perkenalkan saya pak adit, saya kepala sekolah SMP tunas jaya”
Yoga : “mau pak,ohh senang bertemu dengan bapakk”
Pak adit : “ya sudah ayo ikut saya,”
Yoga : “maaf pak saya juga mempunyai beberapa teman yang tidak bersekolah, apakah saya boleh mengajaknya?”
Pak adit : “tentu saja boleh, dapatkah kamu mempertemukan bapak dengan teman-teman itu nak?”
Yoga : “tentu bisa pak, mari” ( sambil menunjukkan arah)
Akhirnya merekapun bertemu dengan santi, sinta, dan lita.
Santi : “hai yog, siapa itu?”
Yoga : “itu adalah pak adit, dia berprofesi sebagai kepala sekolah. Dan dialah yang ingin menyolahkan kita.”
Sinta : “hah ? apa benar?”
Pak adit : “tentu saja benar. Oh iya perkenalkan saya pak adit (sambil bersalaman dengan ketiga anak itu)
Santi : “benarkah bapak ingin menyekolahkan kami?”
Pak adit : “benar.bolehkan saya bertemu dengan orang tua kalian?”
lita: “maaf pak bolehkah orang tua kami diwalikan oleh orang tua santi ?”
Pak adit : “boleh. Dapatkah saya bertemu dengannnya?”
Santi : “boleh pak, mari.”
Merekapun bergegas pergi kerumah santi untuk menemui ibu santi.
Latar tempat : dirumah santi
Santi : “assalamualaikum.”
Ibu santi : “wa’alaikum salam. Masuk nak,”
Santi : “bu, aku membawa teman’temanku.”
Ibu santi : (sambil keluar untuk menuju ruang tamu) “oh, siapa ini nak ?”
Santi : “ini yoga, sinta, dan lita. Dan bapak-bapak yang ini adalah pak adit, beliaulah yang akan menyekolahkan kami bu.”
Ibu santi : (sambil bersalaman dengan mereka) “apa? Menyekolahkan?”
Pak adit : “iya bu, kebetulan saya adalah kepala sekolah. Dan saya merasa simpatik dengan mereka sebagai penerus bangsa.”
Ibu santi : “baiklah pak, saya sangat setuju saya titipkan anak-anak saya kepada bapak.”
Pak adit : “baik bu.”
1 bulan kemudian mereka telah bersekolah dan akhirnya berkumpul di pinggir jalan tempat biasa ngamen untuk mengenang masa lalu, dengan gagahnya mereka menggunakan seragam SMP. Dan tiba-tiba mereka bertemu dengan ilham.
Yoga : “ilham !”
Ilham : “yoga? Sudah sekolah kamu sekarang?”
Sinta : “iyalah, kami sudah sekolah . bagaimana dengan kamu?”
Ilham : “sama seperti dulu.”
Santi : “bagaimana kalo kamu ikut bersekolah dengan kami?”
Ilham : “hah? Apakah bisa?”
Yoga: “pasti bisa.”
Ilham: “terimakasih ya, kalian memang baik.”
Lita: “yaiyalahh !”
Merekapun akhirnya mengusahakan agar ilham dapat bersekolah, dan akhirnya ilham dapat bersekolah.



Latar : di sekolah.
Yoga : “yeiyyy akhirnya kita bisa bersekolah!”
Sinta : “alhamdulillah yaa, sesuatuu bangettt ..”

Merekapun bersorak ‘yeeeee’

THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar